homecantik selaluibu dan balitatanaman obatinfo obattipspanduan makanserba-serbi sehat
Artikel Utama
Liburan Aktif, Yuk!
dbc network
T i p s
Push Up yuk...
Tips Memilih Sepatu
Konsultasi
Klik disini untuk konsultasi
Tahukah Anda ?
Beberapa kelompok peneliti menemukan bahwa bubuk cokelat mengandung zat yang dapat mencegah kerusakan gigi.
(Wikipedia Indonesia)
mimbar jum'at
Direktori
Direktori Rumah Sakit
Direktori Dokter
Catatan
Panduan makan
Sehat natural
Persembahan kami
Berlangganan Newsletter
Tuliskan e-mail anda disini :
Harga obat generik turun
JAKARTA -- Harga 29 jenis obat generik (dipasarkan tanpa merek dagang) turun secara bervariasi, mulai 10 hingga 50 persen. Sementara, 124 jenis obat generik lainnya tidak mengalami perubahan harga hingga awal 2006.
Penurunan harga obat yang diproduksi oleh tiga BUMN farmasi dan 20 perusahaan farmasi swasta itu terkait turunnya harga beberapa jenis bahan baku obat di pasar internasional hingga 50 persen akibat penetrasi obat produksi China dan India. Menteri Kesehatan Siti Fadilah mengatakan, obat merupakan komponen terbesar pelayanan medik. Sementara, porsi penggunaan obat
generik saat ini baru berkisar 14 persen dari total obat yang diperjualbelikan dengan omzet sekitar Rp1,8 triliun. "Ke-29 item obat yang harganya diturunkan termasuk jenis obat fast moving atau paling sering digunakan," kata Siti Fadilah.

Peneliti kesehatan jantung dari RS Jantung Harapan Kita ini menjelaskan, berdasar penelitian Badan POM dan Universitas Gadjah Mada, penggunaan obat generik memberi manfaat yang sama dengan obat bermerek dagang yang diproduksi perusahaan farmasi internasional.
Siti Fadilah mengakui, mahalnya harga obat terkait dengan tingginya biaya distribusi, rumitnya tata niaga obat, pajak pertambahan nilai dan promosi penggunaan pada para dokter. Akibatnya, harga obat di Indonesia lebih mahal dibandingkan harga obat yang sama di negara-negara ASEAN.
"Karena itu, Depertemen Kesehatan akan meningkatkan pengawasan pelaksanaan SK Menkes No 085/Menkes/Per/I/1989 yang mewajibkan penulisan resep dan penggunaan obat generik di fasilitas kesehatan pemerintah," ujar Siti.

Sementara itu, Dirjen Pengawasan Obat dan Makanan Sampoerno mengakui praktik pemalsuan terhadap beberapa jenis obat, seperti ponstan dan Super Tetra. Namun, pemalsuan tidak terjadi pada obat generik karena selisih harganya tidak menguntungkan bila dibandingkan dengan obat bermerek.
"Yang jelas, tidak ada penjualan obat palsu di apotik-apotik. Kalau pun ada pemalsuan, mereka hanya menjualnya ke pasar gelap," jelas dia. Beberapa jenis obat generik yang harganya diturunkan antara lain, Amoksisilin, Asiklovir, Diltiazem HCL, Gentamisin, Griseofulvin, Eritromisin, Kaptopril, Ranitidin dan Siprofloksasin.

Artikel lain
Liburan Aktif, Yuk!
Cara Menurunkan Gula Darah
Perkembangan Kecerdasan Emosi Anak
MERAWAT KECANTIKAN ALAMI
Jangan Menyerah Pada Alam!
Jawaban Kuisoner : Jangan Menyerah pada Alam!
Penyakit Turunan Bukan Kutukan
Aduh, pilih yang mana ya ? (Bagian 2)
Aduh, pilih yang mana ya ?
Teliti Dahulu Sebelum Mencium!
Tetap Sehat, Cantik dan Langsing Selama Puasa
Be Vegan for a Better Life
Sssttt... Pria (ternyata) Bisa Kanker Payudara Lho!
Andropause, menopause ala pria
Mengenal kanker
Lelah ? Letih ? Capek ? Jangan anggap enteng !
Toksin dan Detoksifikasi
Lagi, harga 14 obat generik diturunkan
Serba-serbi sakit kepala
Happy new year, happy new you!
homecantik selaluibu dan balitatanaman obatinfo obattipspanduan makanserba-serbi sehat
Copyright © mediasehat 2006