|
 |
|
|
|
|
|
| Tahukah Anda ? |
Beberapa kelompok peneliti menemukan bahwa bubuk cokelat mengandung zat yang dapat mencegah kerusakan gigi.
(Wikipedia Indonesia) |
|
|
 |
|
|
|
 |
|
| Konsultasi |
|
Balur Asetosal=Transdermal ? |
| Saya baca di suatu website pengobatan alternatif balur dengan asetosal, apakah asetosal bisa masuk ke tubuh secara transdermal? thanks rgds lusi |
|
lusi, 35 tahun |
 |
Jawaban :
Dear Lusi, terima kasih pertanyaannya, pertanyaan bagus dan kritis.
Bagi kebanyakan orang mungkin belum mengerti apa itu transdermal. TRANSDERMAL adalah salah satu cara administrasi obat dengan bentuk sediaan farmasi/obat berupa krim, gel atau patch (koyo) yang digunakan pada permukaan kulit, namun mampu menghantarkan obat masuk ke dalam tubuh melalui kulit (trans = lewat; dermal = kulit). Umumnya penggunaan transdermal adalah pada obat-obatan hormon, misalnya estrogen. Yang paling umum ditemui mungkin koyo untuk menghilangkan kecanduan rokok, atau menghilangkan nafsu makan (berfungsi sebagai pelangsing). Bentuk transdermal menjadi pilihan terutama untuk obat-obat yang apabila diberikan secara oral bisa memberi efek samping yang tidak diinginkan. Misalnya efek penggumpalan darah akibat estrogen oral, atau iritasi lambung pada obat-obat antiinflamasi non steroid dan aspirin/asetosal. Selain itu keuntungan transdermal adalah dosis yang dibutuhkan jauh lebih kecil dibanding dosis oral, karena obat diharapkan langsung masuk ke sasaran, sehingga tingkat toksisitasnya pun lebih rendah dibanding oral. Misalnya, pada Carbamazepin (antikonvulsan / antikejang, umum digunakan untuk penderita epilepsi) dosis transdermal 4 mg mampu memberikan efek setara dengan dosis 1200 mg oral.
Pada beberapa website asing, saya berhasil menemukan penelitian tentang asetosal atau aspirin yang dibuat dalam sediaan transdermal, yang umumnya ditujukan untuk pasien pasca operasi jantung. Aspirin oral pada dosis rendah (dosis oral 100 mg) berfungsi sebagai pengencer darah dan antiplatelet (anti pembekuan darah). Pada penderita penyakit jantung, dan pada pasien yang baru mengalami operasi jantung, pengencer darah akan membantu meringankan kerja jantung dalam memompa darah ke seluruh tubuh, sehingga jantung tidak perlu bekerja terlalu berat, thus tidak menimbulkan kerusakan lebih lanjut pada jantung. Walaupun begitu, aspirin tidak serta merta masuk ke dalam tubuh melalui kulit begitu saja. Untuk bisa menembus kulit diperlukan suatu zat "pembawa" yang bisa bercampur dengan obat, membawa obat menembus kulit, kemudian melepaskan obat tersebut begitu berada dalam tubuh. Selain itu, umumnya pengobatan transdermal diadministrasikan di dekat organ sasaran, misalnya untuk obat jantung ditempelkan di dada kiri, hal ini agar kerja obat lebih efektif karena langsung menuju sasaran. Zat pembawa yang umum adalah alkohol, gliserin dan DMSO. Sejalan dengan perkembangan teknologi farmasi, bukan mustahil saat ini sudah ada zat-zat pembawa yang lebih canggih dan mutakhir.
Mengenai pengobatan alternatif balur dengan asetosal, apakah asetosal tersebut bisa masuk ke tubuh, tergantung campuran balurnya. Kalaupun ternyata campurannya memang bisa menyebabkan asetosal masuk secara transdermal, sepertinya terlalu bahaya mengingat definisi 'balur' adalah melumuri di sebagian atau bahkan sekujur tubuh, berarti banyak sekali asetosal yang terserap! (Ingat bahwa keuntungan transdermal adalah dosis kecil yang mampu memberikan efek sama seperti dosis besar pada oral). Namun apabila campurannya tidak bersifat pembawa transdermal, maka penggunaan asetosal untuk balur hampir bisa dipastikan tidak ada khasiatnya.
Demikian penjelasan saya, semoga bermanfaat. Salam! (Dijawab oleh Mia K., S.Si., Apt) |
| |
|
|
|