mediasehat mediasehat mediasehat mediasehat
a a a a a a a a a
home cantik selalu ibu dan balita dari alam info obat tips panduan makan serba-serbi sehat a
Artikel Utama
Kenalan dengan Badan POM yuk !
dbc network
T i p s
Tips Membuat Ramuan Alami untuk Rambut
Push Up yuk...
Konsultasi
Klik disini untuk konsultasi
Tahukah Anda ?
Beberapa kelompok peneliti menemukan bahwa bubuk cokelat mengandung zat yang dapat mencegah kerusakan gigi.
(Wikipedia Indonesia)
mimbar jum'at
Direktori
Direktori Rumah Sakit
Direktori Dokter
Catatan
Panduan makan
Sehat natural
Persembahan kami
Berlangganan Newsletter
Tuliskan e-mail anda disini :
Konsultasi
Yang Baik Dan Yang Buruk Untuk Orang Hipertensi
makanan apa saja yang baik dan yang harus dihindari jika mempunyai tekanan darah tinggi
Heri Kehwanto, 41 tahun  
pendaftaran dbc-network
Jawaban :
Dear ananda Heri, Hipertensi, yang artinya "tekanan darah tinggi" itu adalah penyakit yang berhubungan dengan sistem kardiovaskuler. Penyakit tekanan darah tinggi ini tak terkontrol atau tak diketahui penderita. Hipertensi atau Bloedroek adalah sebutan atau suatu kondisi tekanan darah sistole (tekanan atas) 140 mm Hg atau lebih. Bila tidak ditangani dengan benar, maka hipertensi ini bisa berlanjut menjadi stroke. Untuk mengetahui apakah seseorang punya kemungkinan mengidap penyakit hipertensi, perlu dilakukan pemeriksaan tekanan darah. Pembacaan tekanan darah ada 2, yaitu tekanan atas (sistole) dan beberapa tekanan bawah (distole). Tekanan darah sistole berhubungan dengan volume pacu jantung, dan tekanan darah sistole berhubungan dengan ukuran kekuatan tahanan perifer. Hipertensi ringan bila tekanan darah sistole antara 140-160 mm Hg, dan tekanan darah diatole 90 -104 mm Hg. Tekanan darah normal itu adalah 120 mmHg (sistole) dan 80 mmHg (diastole). Tapi kini para dokter di Amerika dan Eropa telah menetapkan standar baru tekanan darah normal yaitu 110 - 120 mmHg (sistole) dan 70-80 mmHg (diastole), dengan pemikiran jika tekanan darah seseorang masuk standar itu, maka dia dijamin telah terhindar dari penyakit hipertensi dan bahkan juga hipotensi (tekanan darah rendah). Kembali ke hipertensi, ada dua jenis Hipertensi. Yang pertama jenis Hipertensi esensial, yang pertama tidak diketahui apa sebabnya. Biasanya tak terasa ada keluhan pusing atau berat di tekuk kepala, dan bila di periksa termasuk hipertensi ringan. Sayangnya, kondisi tekanan darah ini sukar di turunkan tekanan darahnya. Hipertensi sekunder merupakan akibat dari penyakit lain, seperti penyakit endrokrin, penyakit hati, dan penyakit ginjal, khususnya yang biasanya bisa diatasi bila penyakit asalnya diobati. Seorang mempunyai resiko mendapat hipertensi atau tidak, tergantung terdapatnya faktor yang memudahkan kondisi sakit, seperti ada keturunan, yang berinteraksi dengan obesitas (kegemukan), gaya hidup, komponen diet, dan lain faktor yang menyebabkan peningkatan tekanan darah yang khas untuk suatu kondisi. Penting untuk penderita hipertensi maupun yang punya resiko hipertensi untuk kontrol Berat Badan. Lebih bagus lagi kalau bisa mencapai berat badan ideal. rumus berat badan ideal = (TB-100)-10 %(TB-100) = Kg BB mungkin tidak perlu ideal juga, adapun rumus berat badan sehat = TB - 100 = KG BB. Untuk dapat mengontrol berat badan itu berarti harus diupayakan mengurangi nasi (karbohidrat), stop gorengan (lemak) dan makan manis (karbohidrat). Pengurangan-pengurangan ini diimbangi dengan perbanyak konsumsi sayuran dan buah. Kenyataan dari hasil penelitian bahwa, rang-orang yang vegetarian (pemakan sayur-sayuran dan buah) mempunyai tekanan lebih rendah dari orang yang mengkonsumsi daging. Faktor Diet dijumpai secara epidemiologi peran kadar sodium (Na+) yang tinggi, seperti orang-orang yang biasa suka makan rasa asin dan ada faktor 'sensitif garam' yang tinggi. Secara normal, ginjal mampu mengatur kadar sodium melalui hormon ( hormon atrial natrium), tapi masalahnya kalau kadar Na+ sudah terlalu banyak, hormon pun akan kewalahan. Tingginya kadar Na+ akan makin memacu kerja jantung, jadilah hipertensi. Sementara itu, kebalikannya, mineral Potasium (K+) dipertimbangkan dapat mencegah hipertensi melalui pengaruh langsung pelebaran pembuluh darah arteriol, menekan hormon renion, dan angiotensi, menurunkan tekanan adregenik dan merangsang aktivitas pompa sodium dan potasium. Potasium ini banyak dijumpai pada buah dan sayuran (contohnya pisang). Dari pernyataan diatas bisa disimpulkan bahwa penderita hipertensi harus mengurangi asupan Na+ dan perbanyak asupan K+. Masalah dari mengurangi Na+ ini secara tidak langsung melarang orang makan garam, yang penting dalam memberi rasa pada makanan, ini agak berat dan tak banyak orang mau makan makanan tanpa rasa. Sebenarnya mudah saja penyelesaiannya, yaitu dengan hanya mengurangi masukan Na+ menjadi 1,5 - 2,5 gram perhari atau 4-6 gram garam dapur. Biasanya kadar garam ini tercapai adalah didapatkan dari gerusan garam saat menghaluskan bumbu sehingga sebelum penentuan rasa yang terakhir, diambil porsi makanan khusus untuk pasien tesebut. Dengan demikian pasien tak tersiksa karena harus makan tanpa garam, dan berbeda jenis dengan keluarga yang lain. Alkohol merupakan penyebab hipertensi yang tak mudah sembuh dan wanita lebih mudah terpengaruh kondisi. Konsumsi alkohol untuk penderita hipertensi akan makin memperparah keadaan hipertensi itu sendiri.. Memang bisa dipahami agak berat untuk benar-benar bisa berhenti apalagi bagi yang suka minum minuman beralkohol. Tapi tetap bisa dengan cara mengurangi konsumsi alkohol jadi tak lebih dari 1 ons (1/2 gelas per hari)) bisa saja dilakukan. Itu bukan hal yang sulit. Minum jus buah (700-1000 cc per hari kira-kira 3-4 gelas) akan sangat membantu dalam mengontrol tekanan darah supaya tidak tinggi dan selalu stabil. Tentu saja buah yang dipilih bukan buah yang kaya akan karbohidrat dan lemak seperti alpukat, durian, dan mangga. Akan lebih baik memilih buah yang kaya akan vitamin C sebagai antioksidan yang akan membantu tubuh kita melawan radikal bebas yang masuk ke tubuh. Banyak minum air putih juga amat bagus untuk kerja jantung. Air di sini gunanya untuk "mengencerkan" darah sehingga jantung tidak perlu memompa terlalu keras untuk mendistribusikan darah (dengan suplai oksigen dan nutrisinya) ke seluruh organ melalui pembuluh arteri. Kalau darah kental, maka atas permintaan organ, jantung harus memompa darah lebih kuat supaya darah sampai organ-organ yang membutuhkannya. Bisa dibayangkan betapa berat kerja jantung kita ini... makanya kita harus "bantu" dia. Ingat ini, jantung memompa darah dengan ringan maka tekanan darah otomatis akan normal. Sedangkan jika jantung harus memompa darah kuat-kuat, tekanan darah kita jadi tinggi. Perhatikan apa yang harus dilakukan dengan cermat. Kalau bukan kita sendiri yang menjaga tubuh kita, siapa lagi, ya kan ? Demikian penjelasan kami, semoga bermanfaat.
Konsultasi lain :
Tenggorokan Berlendir Terus
Sakit Kepala Hebat
Batuk Alergi, bagaimana sembuhnya?
Bisakah Sembuh Total dari Alergi ?
Obat dan Pertolongan Pertama unt. Penyakit
Mudah Lemas setelah usia 30tahun
Yang Sehat utk Penderita Kolesterol & Asam Ur
Asam Urat Tinggi
Pemeriksaan Hepatitis
Benjolan Pada Payudara Pria
Halaman : Awal |Sebelum |1 2 3 4 5 6 7 8 |Berikut |Akhir 

a a a a a a a a a
home cantik selalu ibu dan balita dari alam info obat tips panduan makan serba-serbi sehat a
Copyright © mediasehat 2006