mediasehat mediasehat mediasehat mediasehat
a a a a a a a a a
home cantik selalu ibu dan balita dari alam info obat tips panduan makan serba-serbi sehat a
Artikel Utama
Tren Diet Baru : Clean Eating
dbc network
T i p s
Tips Membuat Ramuan Alami untuk Rambut
Push Up yuk...
Konsultasi
Klik disini untuk konsultasi
Tahukah Anda ?
Beberapa kelompok peneliti menemukan bahwa bubuk cokelat mengandung zat yang dapat mencegah kerusakan gigi.
(Wikipedia Indonesia)
mimbar jum'at
Direktori
Direktori Rumah Sakit
Direktori Dokter
Catatan
Panduan makan
Sehat natural
Persembahan kami
Berlangganan Newsletter
Tuliskan e-mail anda disini :
Konsultasi
Analgesik dan Antibiotik Aman Untuk Ibu Hamil
Minta tlg dijelaskan ttg obat-obatan antibotik dan analgesik dari golongan apa yang paling tepat untuk wanita hamil trimester ketiga dengan masalah abses pada bagian bukal karena karies profunda perforasi pada gigi premolar kedua atas. terimakasih sebelumnya atas penjelasannya..
sylvia, 23 tahun  
pendaftaran dbc-network
Jawaban :
Dear saudara Sylvia,

Sebelumnya kami mohon maaf atas keterlambatan menjawab pertanyaan ini, dikarenakan kesibukan kami yang benar-benar menyita waktu.
Karena anda menanyakan mengenai obat-obatan maka jawaban ini berdasarkan diskusi bersama apoteker kami.

Obat analgesik, walaupun sudah merupakan obat yang biasa dipakai untuk meringankan rasa sakit, apalagi dalam kasus anda untuk meredakan rasa sakit pada gigi (....tapi jangan lantas dipakai untuk meredakan sakit akibat kehamilan, ya?).
Efek samping dari obat analgesik ini pun relatif ringan, namun tetap saja ada yang bisa membahayakan bagi wanita hamil, seperti efek samping yang menyangkut gangguan pencernaan, mual, dan muntah, karena semua itu akan menekan kehamilan.
Obat - obat analgesik yang perlu diwaspadai untuk ibu hamil , antara lain: ibuprofen, mefenamic acid (asam mefenamat), acetylsalicylic acid, benorylate, codein phospat (analgesik narkotika), methampyrone, dypirone, dan tradamol HCl.

Obat-obatan antibiotik itu termasuk obat keras yang mana membantu tubuh untuk membunuh kuman ataupun bakteri yang masuk, yang tidak bisa dilawan dengan sistem kekebalan tubuh. Karena obat-obatan ini bekerja dengan sistem penghancuran total, maka tidak hanya bakteri saja, sel tubuh kita yang terinfeksi dan disekitarnya akan ikut terkena imbas...untuk menghilangkan kesempatan masih ada sisa-sisa koloni bakteri yang mungkin "bersembunyi". Makanya pemberian obat antibiotik harus tuntas, sampai seluruh koloni bakteri benar-benar habis terbunuh, jika tidak maka bisa dipastikan bakteri itu bisa "bersiap diri" untuk menyerang kembali, atau bahkan bisa juga bakteri-bakteri itu bisa jadi kebal dengan obat tersebut dan kalau sudah begitu diperlukan antibiotik generasi lebih tinggi untuk membunuh kuman.
Oleh karena efek membunuh yang kuat, jika seorang pasien diberi obat antibiotik, harus dipastikan sistem kekebalan tubuh pasien itu juga kuat, karena untuk melawan efek dari antibiotik itu sendiri dan untuk sistem self-recovery mengganti sel-sel tubuh yang telah rusak.

Untuk keadaan hamil, apalagi masih dalam trimester ketiga, pemberian antibiotik bisa sangat membahayakan janin, karena hampir semua antibiotik memberikan efek samping mual, muntah, pusing dan gangguan sistem pencernaan. Efek-efek samping yang ditimbulkan juga akan menekan kehamilan. Bahkan ada antibiotik yang bisa menembus sampai ke sistem kelenjar / cairan, seperti liur, kelenjar getah bening, cairan otak dan ASI. Jika pada masa menyusui minum antibiotik, maka obat akan merembes di ASI dan bayi akan minum ASI bercampur obat, bisa dibayangkan apa yang akan terjadi.

Namun bukan berarti ibu hamil dan menyusui tidak boleh minum obat antibiotik, harus hati-hati dan perhatikan petunjuk dokter tentang cara pemakaiannya. Seorang dokter pasti lebih tahu bagaimana sebaiknya meminum antibiotik untuk ibu hamil atau menyusui.

Akan kami sebutkan obat-obat antibiotik yang YANG PERLU PERHATIAN KHUSUS atau TIDAK BOLEH DIMINUM UNTUK IBU HAMIL dan MENYUSUI :
1.) Golongan Aminoglikosida (biasanya dalam turunan garam sulfate-nya), seperti amikacin sulfate, tobramycin sulfate, dibekacin sulfate, gentamycin sulfate, kanamycin sulfate, dan netilmicin sulfate.
2.) Golongan Sefalosporin, seperti : cefuroxime acetyl, cefotiam diHCl, cefotaxime Na, cefoperazone Na, ceftriaxone Na, cefazolin Na, cefaclor dan turunan garam monohydrate-nya, cephadrine, dan ceftizoxime Na.
3.) Golongan Chloramfenicol, seperti : chloramfenicol, dan thiamfenicol.
4.) Golongan Makrolid, seperti : clarithomycin, roxirhromycin, erythromycin, spiramycin, dan azithromycin.
5.) Golongan Penicillin, seperti : amoxicillin, turunan tridydrate dan turunan garam Na-nya.
6.) Golongan Kuinolon, seperti : ciprofloxacin dan turunan garam HCl-nya, ofloxacin, sparfloxacin dan norfloxacin.
7.) Golongan Tetracyclin, seperti : doxycycline, tetracyclin dan turunan HCl-nya (tidak boleh untuk wanita hamil), dan oxytetracylin (tidak boleh untuk wanita hamil).

Jadi kalau nanti perlu meminum obat analgesik dan apalagi antibiotik, anda perlu tanyakan pada dokter dan apoteker di apotik tempat menebus obat, apa isi obat yang diberi. Agar ibu-ibu hamil lebih waspada, karena mungkin saja diberi obat patennya, bukan generiknya.

Demikian penjelasan dari kami, semoga bermanfaat.

Salam,
Tim Konsultasi Kesehatan Mediasehat
Konsultasi lain :
Thyrax untuk Pengganti Hormon Tiroid
Putus-Sambung Minum Pil KB
Bisakah Hidrokortison untuk Jerawat?
Apa Obat Yang Benar Manjur Untuk DM, Dok ?!
Tanya Soal Alergi dan Penggunaan CTM saat Hamil
Obat Perangsang Bisa Pengaruhi Kualitas Sperma ?
Amoxilin itu Apa sih?
Tanya tentang Chitosan...
Scandexon untuk penderita jantung?
Aromycin untuk Osteoporosis ?
Halaman : Awal |Sebelum |1 2 |Berikut |Akhir 

a a a a a a a a a
home cantik selalu ibu dan balita dari alam info obat tips panduan makan serba-serbi sehat a
Copyright © mediasehat 2006