mediasehat mediasehat mediasehat mediasehat
a a a a a a a a a
home cantik selalu ibu dan balita dari alam info obat tips panduan makan serba-serbi sehat a
Artikel Utama
Kebiasaan Keluarga Sehat
dbc network
T i p s
Tips Membuat Ramuan Alami untuk Rambut
Push Up yuk...
Konsultasi
Klik disini untuk konsultasi
Tahukah Anda ?
Beberapa kelompok peneliti menemukan bahwa bubuk cokelat mengandung zat yang dapat mencegah kerusakan gigi.
(Wikipedia Indonesia)
mimbar jum'at
Direktori
Direktori Rumah Sakit
Direktori Dokter
Catatan
Panduan makan
Sehat natural
Persembahan kami
Berlangganan Newsletter
Tuliskan e-mail anda disini :
Konsultasi
Anak Saya Sering Mengedipkan Mata, Kenapa Ya ?
Dok, anak saya usia 2 thn 8 bln, 2 hari terakhir ini matanya suka berkedip. Kedip dengan frekuensi lebih sedikit, tapi cukup sering kalau saya perhatikan. Dia tidak mengeluh ada yg sakit. Saya test huruf-huruf yg cukup kecil dari jarak lumayan juga masih bisa mengenali. Dari dekat juga masih tajam. Saya tanya ke dokter per telp (karena saudara sendiri), beliau kemukakan kemungkinan stress. Sebagai informasi tambahan, tidak ada gejala lain yang menyertai, mata tidak berair, tidak beleken, tidak merah, dan beraktivitas seperti biasa, normal dan lincah. Sekitar 2 minggu yang lalu dia batuk, dan diberi dokter anak antibiotik (kemudian didiagnosa alergi oleh dokter anak yg lain, jadi antibiotik saya hentikan, dan batuknya sudah sembuh). Mohon penjelasan dan solusinya. Terimakasih.
Bagus Arianto, 31 tahun  
pendaftaran dbc-network
Jawaban :
Ananda Bagus yang baik, Putra / putri buah hati annada tentunya sedang lucu-lucunya sekarang ini dan sudah mulai dapat berbicara walau sepatah dua patah kata. Mata berkedip itu merupakan refleks normal untuk melindungi kornea ataupun bola mata - pupil dari debu atau apapun yang ada di udara yang dirasakan sangat mengganggu. Selain itu juga merupakan refleks untuk membasahi bola mata dengan cairan mata yang diproduksi kelenjar air mata, apalagi kalau bola mata cenderung cepat kering, maka tak aneh kalau sering mengedipkan mata. Sayang sekali ananda kurang spesifik mengenai "keanehan" kedipan mata anak ananda. Apakah karena kedipan matanya tidak sinkron antara mata kanan dan kiri ? ataukah yang sering berkedip salah satu mata saja ? Bisa jadi ini adalah reaksi alergi, bukan cuma alergi biasa karena mata terkena debu atau serbuk. Dampak alergi. bila memang ada, secara otomatis akan ada peningkatan zat-zat atau butir sel darah tertentu, yang kadang dapat mempengaruhi kerja sistem pembuluh darah yang juga akan mempengaruhi sistem persyarafan, seperti persyarafan di area mata. Tetapi ada kalanya bila seorang anak kecil (baik perempuan ataupun laki-laki) suka menirukan kejadian-kejadian atau kebiasaan / perilaku orang-orang di sekitarnya yang dilihatnya, seperti bergaya genit dengan mengedip-edipkan mata. Mungkin saja ada seseorang (mungkin om atau tantenya, atau pengasuh-nya sendiri, atau neneknya atau mungkin bahkan ibunya sendiri) yang telah "mengajari" anak ananda melakukan itu. Seperti ananda lihat, banyak sekali faktor yang menyebabkan kebiasaan anak ananda ini. Tapi kalau faktor orang-orang di sekitarnya ataupun dari hal-hal yang dilihatnya di TV atau di manapun tidak ada, langkah awal bisa ananda coba dengan meneteskan obat mata ke mata anak ananda, karena berarti penyebabnya adalah karena masuknya kotoran atau debu halus yang mengiritasi mata si kecil, sehingga membuatnya refleks mengedip-ngedipkan mata. Alergi secara umum dapat bersifat sangat ringan sampai dengan berat. Harus bisa dipastikan apakah memang ada tanda / gejala reaksi atas alergen (gatal-gatal, pembengkakan simetris sampai dengan reaksi seperti biduran) ? lalu sudah berapa lama hal ini terjadi. Ananda bilang anak ananda pernah batuk dan diberi antibiotik oleh seorang dokter. Lalu ketika ananda tanya ke dokter lain, anak ananda dibilang cuma alergi. Tidak salah kalau ananda mencari pendapat dari dokter lain, "second opinion". Bahkan ananda boleh saja bertanya ke beberapa dokter lagi lainnya. Tapi ananda harus hati-hati, jangan sampai ananda malah jadi bingung karena pendapat-pendapat para dokter yang berbeda-beda. Namun sebenarnya, ananda juga jangan langsung "panik" setiap kali anak ananda "sakit", dan lantas langsung berkonsultasi ke dokter. Batuk itu bisa berarti penyakit dan bisa jadi cuma alergi. Sebenarnya gampang saja membedakannya.. perhatikan apa yang menyebabkan anak ananda batuk pada awalnya. Apakah karena debu atau kotoran atau mungkin karena udara dingin; atau karena memang tertular penyakit batuk dari orang-orang sekitarnya / teman-temannya (siapa tahu, toh?), karena daya tahan tubuhnya yang sedang lemah ? Kalau karena debu atau kotoran atau apapun yang ananda berdua istri harus cermat memperhatikan, itu berarti cuma alergi. Cara penanggulangannya adalah jauhkan dia dari hal-hal tersebut. Kalau karena udara dingin atau memang tertular penyakit, maka anak positif sakit. Cara penanggulangannya adalah dengan obat, baik obat yang simptomatik (berdasarkan gejala) maupun antibiotik (bila diduga karena infeksi bakteri), plus juga perbaikan daya tahan tubuh dengan banyak makan, minum dan istirahat. Demikian jawaban saya, semoga bermanfaat.
Konsultasi lain :
Membersihkan Telinga Anak
Batuk & Pilek tak kunjung sembuh
Anak Tanpa Testis
Susah Mencerna Makanan
Ketombe Pada Anak
Minum Susu Soya Malah Sakit?
Bedah Plastik untuk Anak
Hidung Tersumbat akibat Lendir
Ada Flek Di Paru-Paru Anak Saya, Dok.....
Sumbing Langit-langit (Cleft Palate)
Halaman : Awal |Sebelum |1 2 3 |Berikut |Akhir 

a a a a a a a a a
home cantik selalu ibu dan balita dari alam info obat tips panduan makan serba-serbi sehat a
Copyright © mediasehat 2006