mediasehat mediasehat mediasehat mediasehat
a a a a a a a a a
home cantik selalu ibu dan balita dari alam info obat tips panduan makan serba-serbi sehat a
Artikel Utama
Liburan Aktif, Yuk!
dbc network
T i p s
Push Up yuk...
Tips Memilih Sepatu
Konsultasi
Klik disini untuk konsultasi
Tahukah Anda ?
Beberapa kelompok peneliti menemukan bahwa bubuk cokelat mengandung zat yang dapat mencegah kerusakan gigi.
(Wikipedia Indonesia)
mimbar jum'at
Direktori
Direktori Rumah Sakit
Direktori Dokter
Catatan
Panduan makan
Sehat natural
Persembahan kami
Berlangganan Newsletter
Tuliskan e-mail anda disini :
daftar dbc-network
Perkembangan Kecerdasan Emosi Anak

Oleh : Muti Dewo

 

Usia 0 sampai dengan 5 tahun dikenal sebagai "The Golden Years", karena pada masa-masa ini seorang anak membentuk karakter, sifat serta kecerdasan baik intelegensia maupun kecerdasan emosional, yang mendasari sifat-sifat, pola pikir dan sudut pandangnya di usia-usia selanjutnya. Pada masa ini, orang tua mempunyai peran penting dalam memperkenalkan konsep kecerdasan, terutama kecerdasan emosi pada anak usia dini.

Kecerdasan emosi adalah kemampuan, kapasitas atau keterampilan seseorang untuk dapat menerima, mengukur dan mengatur emosi dirinya sendiri, orang lain atau bahkan kelompok sehingga memudahkannya berinteraksi sehari-hari.

Anak yang tidak diberi ruang untuk berkembang secara emosi dapat tumbuh menjadi pribadi yang sulit. Hal tersebut dapat terbawa terus hingga memasuki masa dewasanya. Pertumbuhan dan perkembangan jiwa dan fisik yang harmonis menjadi cikal bakal pribadi anak yang sehat yang sangat dibutuhkan saat mereka tumbuh dewasa nanti.

Ada 4 aspek dalam kecerdasan emosi yaitu :

   1. kesadaran diri,
   2. kemampuan untuk mengelola diri,
   3. kesadaran sosial dan
   4. kemampuan untuk mengelola interaksi dengan lingkungan sosial.


Peran orang tua sangat penting untuk menjadi panutan atau role model dalam memperkenalkan konsep kecerdasan emosi anak.  Beberapa contoh yang dapat dilakukan untuk melatih anak cerdas secara emosi, bisa dilakukan dengan beberapa cara, misalnya :



    * Biasakan mengungkapkan perasaan saat berbicara pada anak. Misalnya: “mama suka kalau lihat adik bernyanyi berdua kakak”. Atau “kalau dede sakit, papa sedih sekali”.
    * Bila orang tua melakukan kesalahan jangan ragu meminta maaf, beri contoh pada anak dan lakukan dengan sungguh-sungguh.
    * Usahakan untuk berkomunikasi dengan anak, berikan kesempatan pada mereka untuk menceritakan aktifitasnya sesuai kemampuannya. Jadilah pendengar yang aktif. Anak akan terbiasa berbicara dan memperlihatkan emosinya, serta merasa mendapat perhatian yang tulus dari orang tua.
    * Beri kesempatan anak memahami apa yang dirasakan orang lain. Misalnya saat melihat pengemis, ceritakan bahwa mereka orang tak mampu, yang hidup berkekurangan tidak seperti dirinya. Lakukan dengan bahasa yang dimengerti anak. Anak akan belajar berempati.
    * Latih anak untuk bisa menerima keterbatasan dirinya dan tanamkan perasaan bangga terhadap kelebihannya. Hal ini dapat menanam perasaan percaya diri pada anak.
    * Beri contoh cara mengungkapkan rasa syukur, misalnya pada saat anak mendapat pujian atas keberhasilannya atau saat menerima hadiah ulang tahun. Ajari untuk mengucapkan terima kasih pada pemberi hadiah atau pujian.

Cerdas emosi bukan hanya kewajiban anak seorang diri. Peran aktif orang tua sangat penting dalam proses perkembangan kecerdasan emosi anak. Cerdas emosi merupakan proses timbal balik dengan lingkungannya serta pembelajaran yang diperoleh anak dari aktifitas sehari-hari.

berbagai artikel menarik seputar perkembangan bayi dan balita, visit http://bayibalita.com

 

Artikel lain
Liburan Aktif, Yuk!
Cara Menurunkan Gula Darah
MERAWAT KECANTIKAN ALAMI
Jangan Menyerah Pada Alam!
Jawaban Kuisoner : Jangan Menyerah pada Alam!
Penyakit Turunan Bukan Kutukan
Aduh, pilih yang mana ya ? (Bagian 2)
Aduh, pilih yang mana ya ?
Teliti Dahulu Sebelum Mencium!
Tetap Sehat, Cantik dan Langsing Selama Puasa
Be Vegan for a Better Life
Sssttt... Pria (ternyata) Bisa Kanker Payudara Lho!
Andropause, menopause ala pria
Mengenal kanker
Lelah ? Letih ? Capek ? Jangan anggap enteng !
Toksin dan Detoksifikasi
Lagi, harga 14 obat generik diturunkan
Serba-serbi sakit kepala
Happy new year, happy new you!
Harga obat generik turun
a a a a a a a a a
home cantik selalu ibu dan balita dari alam info obat tips panduan makan serba-serbi sehat a
Copyright © mediasehat 2006