|
 |
|
|
|
|
|
| Tahukah Anda ? |
Beberapa kelompok peneliti menemukan bahwa bubuk cokelat mengandung zat yang dapat mencegah kerusakan gigi.
(Wikipedia Indonesia) |
|
|
 |
|
|
|
 |
|
| BOTOX, GIGITAN SEMUT PENGHILANG KERUT
|
 |
Siapa yang tak ingin punya wajah se-awet muda artis legendaris Titiek Puspa? Di usianya yang sudah terbilang senja, wajahnya tetap halus mulus, cenderung tanpa kerut. Beliau pernah mengatakan resep awet mudanya adalah dengan menggembungkan pipi lalu mengempiskan cepat-cepat sampai berbunyi brut, brut, brut! y ang dilakukannya setiap pagi hari, juga tidur posisi telentang tanpa bantal tiap malam untuk menjaga kekencangan wajahnya
Tante Titiek tentunya sudah melakukan ritual ini belasan, bahkan puluhan tahun lamanya. |
Anda boleh saja meniru resep dari beliau, namun jika Anda merasa tidak cukup sabar dan telaten dalam melakukannya, kini ada terapi yang lebih mudah dan cepat, BOTOX.
BERASAL DARI RACUN
Terapi Botox memang sedang in beberapa tahun belakangan. Botox adalah kependekan dari Botulinum Toxin yang artinya racun Botulinum. Racun ini berasal dari bakteri yang ditemukan pada tahun 1895 oleh Profesor Emile Pierre Van Ermengem dari Belgia, yaitu bakteri Bacillus botulinus . Oleh para ahli sesudah Ermengem, bakteri ini kemudian diberi nama Clostridium botulinum . Ahli pangan tentu mengenal baik bakteri ini karena sering terdapat dalam makanan daging-dagingan dan sayuran. Belakangan, racun ini dinamai tersendiri menjadi botulinum toxin type A atau Botox untuk membedakannya dengan toksin B hingga toksin F.
Awalnya, Botox digunakan dalam bidang kesehatan untuk menyembuhkan mata juling dan beberapa penyakit syaraf lain. Adalah pasangan dokter mata dan dokter kulit, suami istri Jean dan Alastair Carruthers - keduanya pemilik klinik perawatan wajah dan mata di British Columbia, Amerika Serikat - yang pertama kali menjinakkan Botox untuk perawatan penunda penuaan ( anti-aging ) dan penghilang kerut wajah.
MENGURANGI KONTRAKSI OTOT WAJAH
Kerut di wajah erat kaitannya dengna ekspresi wajah - tersenyum, menangis atau cemberut -yang digerakkan syaraf-syaraf wajah. Ekspresi yang dihasilkan oleh kontraksi otot baik akibat gembira, sedih ataupun stress inilah yang menyebabkan pengenduran atau pengerutan kulit.
Disinilah fungsi Botox bermain. Botox mampu membuat otot wajah kembali rileks. Anehnya, di Indonesia justru sempat berkembang anggapan keliru tentang Botox. Orang awam mengira, setelah disuntik Botox tak akan bisa lagi tersenyum karena otot-otot wajahnya kaku. Padahal, kenyataannya tidak begitu.
SEPERTI DIGIGIT SEMUT
Botox digemari karena praktis. Cukup menyuntikkan larutan Botox ke beberapa titik wajah yang ingin diterapi dengan bantuan tabung suntik berjarum superkecil. Satu tabung sunting larutan diistilahkan 1 unit. Setiap satu titik wajah biasanya membutuhkan 2-4 unit, tergantung kebutuhan. Biaya suntik 1 unit antara Rp. 2 juta - Rp. 4 juta.
Karena tanpa bius, disuntik Botox rasanya seperti digigit semut, namun akan hilang dalam hitungan detik. Dua-tiga hari kemudian, efeknya akan kelihatan. Kerut-merut wajah tak tampak lagi. Setelah itu daya kerja Botox hanya mampu bertahan 3-6 bulan sejak penyuntikan. Agar Botox bekerja lebih efektif dan tahan lama, penyuntikan harus dilakukan secara rutin. Dalam setahun, mungkin diperlukan 2-3 kali penyuntikan. Selain itu, prosedurnya pun harus benar. Misalnya, pemeriksaan dilakukan oleh ahli kulit yang benar-benar paham anatomi serta struktur syaraf dan otot wajah.
Sejauh ini, terapi Botox tampaknya aman. Buktinya, lebih dari 60 negara mengizinkan penggunaannya untuk kesehatan dan kecantikan. Asosiasi Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) juga telah mengakui keamanannya. Tak heran, di Amerika Serikat dan Singapura, Botox menjadi perawatan kosmetik yang paling digandrungi setelah peeling (pengangkatan jaringan kulit yang sudah mati). Apalagi terapi ini juga bisa dikombinasikan dengan terapi kecantikan lain seperti skin peeling atau laser .
TIPS AMAN MENGGUNAKAN BOTOX
 |
Hindari menjalani terapi Botox saat hamil atau menyusui, walau belum ada penelitian lebih lanjut tentang efeknya pada janin dan bayi |
 |
Hindari penggunaan Botox terus-menerus, apalagi tanpa prosedur dan pemeriksaan seksama, karena bisa menyebabkan kelumpuhan pada akar syaraf otot wajah yang sering disuntik. |
 |
Ketika sedang disuntik Botox, tubuh dan pikiran harus fit dan rileks. |
 |
Setelah terapi, hindari ekspresi wajah yang terlalu ekstrem (marah, cemberut) agar fungsi Botox tidak cepat hilang. |
 |
Selama menjalani terapi, hindari memakai kosmetik yang berlebihan. |
|
|
|
|
|