|
 |
|
|
|
|
|
| Tahukah Anda ? |
Beberapa kelompok peneliti menemukan bahwa bubuk cokelat mengandung zat yang dapat mencegah kerusakan gigi.
(Wikipedia Indonesia) |
|
|
 |
|
|
|
 |
|
|
| Suplemen Kalsium Cegah Osteoporosis |
 |
| 19 Oktober 2006 |
 |
Osteoporosis adalah suatu penyakit dimana tulang-tulang menjadi rapuh dan
mudah patah akibat hilangnya sebagian kalsium dalam tulang. Osteoporosis
sering disebut silent disease, karena proses hilangnya kalsium dari tulang
terjadi tanpa tanda-tanda atau gejala. Biasanya pasien baru mengetahui dirinya
menderita osteoporosis jika sudah menderita patah tulang. Biasanya patah
tulang pada osteoporosis terjadi di paha, tulang belakang, dan pergelangan
tangan. Sebetulnya bagian tulang manapun bisa terpengaruh, namun yang paling
membutuhkan perhatian adalah jika kerapuhan terjadi pada tulang paha dan
tulang belakang. Patah tulang paha hampir selalu membutuhkan tindakan operasi,
dan dapat mengganggu kemampuan berjalan dan bahkan bisa menyebabkan cacat
permanen sampai kematian. Sedangkan patah |
tulang belakang juga memiliki konsekuensi serius, seperti
tubuh memendek, nyeri punggung, dan perubahan bentuk punggung.
Anda Termasuk Yang Mana?
Ada beberapa faktor yang menentukan apakah seseorang beresiko menderita osteoporosis, antara lain :
Usia. Semakin tua, semakin besar resiko seseorang terkena
osteoporosis, karena tulang-tulang menjadi lebih lemah dan kepadatannya
berkurang sejalan dengan usia.
Jenis Kelamin. Wanita memiliki resiko empat kali lebih
tinggi terkena osteoporosis dibanding pria, walau bukan berarti pria terbebas
dari resiko penyakit ini. Resiko wanita lebih besar karena wanita memiliki
jaringan tulang yang lebih sedikit dan lebih cepat kehilangan kalsium dalam
siklus hidupnya, antara lain karena menopause.
Riwayat Keluarga dan Riwayat Diri Sendiri. Kecenderungan
seseorang memiliki tulang yang rapuh bisa didapatkan secara keturunan, yang
tentunya meningkatkan resiko osteoporosis. Dan seseorang dengan riwayat
patah tulang saat dewasa juga meningkatkan resiko patah tulang saat tua.
Ras. Wanita ras Kaukasia dan Asia ternyata memiliki resiko
besar mengalami osteoporosis. Namun wanita ras Afrika-Amerika dan Hispanik
juga memiliki resiko yang signifikan.
Struktur Tulang dan Bobot Badan. Wanita dengan tulang kecil
dan bertubuh kurus memiliki resiko lebih besar.
Riwayat Menopause/Menstruasi. Menopause yang normal atau lebih awal (baik
secara alamiah atau karena tindakan medis) meningkatkan resiko terkena osteoporosis.
Juga, wanita yang berhenti menstruasi sebelum menopause, misalnya karena
kondisi-kondisi seperti anoreksia atau bulimia, atau karena olah fisik yang
berlebihan, juga bisa kehilangan jaringan tulang dan beresiko menderita
osteoporosis.
Gaya Hidup. Merokok, terlalu banyak minum alkohol, kurang
mengkonsumsi kalsium, dan kurang berolahraga juga meningkatkan resiko terkena
osteoporosis.
Obat Juga Menambah Resiko
Resiko yang paling signifikan pada penderita osteoporosis ternyata justru
akibat pengobatan jangka panjang dari penyakit-penyakit kronis seperti arthritis
rheumatoid, gangguan endokrin (seperti hipotiroid), gangguan seizure dan
penyakit saluran pencernaan. Salah satu golongan obat yang jelas-jelas memiliki
efek pada tulang adalah glukokortikoid. Obat-obatan lain yang juga
bisa menyebabkan kerapuhan tulang antara lain : hormon tiroid yang berlebihan,
antikonvulsan, antacid yang mengandung aluminium, hormon pelepas gonadotropin
(Gonadotropin releasing hormones, GnRH) yang digunakan pada pengobatan endometriosis,
methotrexate untuk pengobatan kanker, siklosporin A, heparin, dan cholestyramine,
yang digunakan untuk mengatur kadar kolesterol dalam darah.
Namun untuk kebanyakan orang, obat-obatan tersebut bersifat life-saving (menyelamatkan hidup) atau life-enhancing (meningkatkan kualitas hidup) yang mungkin penggunaannya memang diwajibkan. Oleh karena itu jika Anda memiliki resiko osteoporosis dan memerlukan obat-obatan di atas, Anda harus mendiskusikannya dengan dokter dan Anda tidak boleh menghentikan pengobatan atau mengubah dosisnya tanpa sepengetahuan dokter. Biasanya dengan atau tanpa gejala osteoporosis, dokter akan menambahkan suplemen kalsium saat meresepkan obat-obatan di atas.
Yuk Cegah Sedari Dini!
Untuk pertumbuhan dan aktivitas tubuh, kita membutuhkan kalsium. Kalsium
adalah mineral yang penting bagi banyak fungsi tubuh, termasuk dalam pengaturan
denyut jantung, impuls syaraf, menstimulasi sekresi hormon dan pembekuan
darah, juga dibutuhkan untuk membentuk dan menjaga kesehatan tulang.
Kalsium bisa ditemukan di banyak makanan, dan karena tubuh kita tidak bisa
memproduksi kalsium sendiri, maka asupan kalsium dari makanan dan sumber
lainnya sangat penting. Bahkan setelah pertumbuhan tulang kita terhenti,
kita pun tetap butuh asupan kalsium dalam jumlah cukup karena tubuh selalu
kehilangan kalsium tiap hari lewat kulit-kulit yang mati, pertumbuhan kuku,
rambut yang rontok dan juga keringat. Selain itu kalsium juga terbuang lewat
urin dan feses. Kalsium yang hilang tersebut harus diganti setiap hari melalui
makanan. Kalau makanan kita tidak mengandung cukup kalsium, maka tubuh akan
mengambilnya dari 'cadangan' kalsium, yaitu tulang dan gigi. Dan jika hal
ini terjadi dalam jangka panjang, maka Anda akan mengalami kekeroposan tulang
dan gigi.
The National Academy of Sciences dan National Osteoporosis Foundation di
Amerika Serikat merekomendasikan baik pria maupun wanita dewasa mengkonsumsi
suplemen kalsium setidaknya 1000-1200 mg/hari. Wanita hamil dan menyusui
malah membutuhkan lebih banyak kalsium, yaitu setidaknya 1500 mg/hari. Sebetulnya
makanan adalah sumber kalsium terbaik, misalnya susu dan produk olahannya,
sayur-sayuran berwarna hijau tua (terutama brokoli), ikan sardine, ikan
teri, dan kacang-kacangan, namun kebanyakan dari kita tidak menganut pola
makan yang benar, sehingga kita membutuhkan tambahan asupan kalsium dari
suplemen.
Di alam, kalsium berada dalam bentuk senyawa. Ada beberapa senyawa kalsium
yang digunakan dalam suplemen, antara lain kalsium karbonat, kalsium fosfat
dan kalsium sitrat. Senyawa-senyawa ini mengandung jumlah ion kalsium yang
berbeda, yang merupakan jumlah kalsium yang sebenarnya. Oleh karena itu
penting untuk membaca label dan menentukan seberapa besar ion kalsium yang
ada di tiap butirnya dan berapa banyak butir yang harus diminum.
Suplemen kalsium dapat dibeli tanpa resep dokter, dan tersedia dalam berbagai bentuk sediaan dan juga tingkat kekuatan. Kadang kala hal ini bisa membingungkan konsumen. Banyak orang yang bertanya, suplemen kalsium apa yang musti dikonsumsi. Suplemen 'terbaik' adalah yang paling cocok dengan kebutuhan penggunanya, baik itu berdasarkan tingkat toleransi, kemudahan dan kenyamanan cara mengkonsumsi, harga dan juga ketersediaan di pasaran.
Kalsium tidak dapat diserap oleh tubuh tanpa bantuan vitamin D. Itulah mengapa
kebanyakan suplemen kalsium dikombinasikan dengan vitamin D. Namun apabila
suplemen kalsium yang Anda miliki tidak mengandung vitamin D, maka Anda
membutuhkan suplemen vitamin D tambahan. Selain itu, tulang juga membutuhkan
bantuan vitamin A, C, magnesium, seng serta protein dalam jumlah yang cukup
sebagai perekat tulang.
Rekomendasi Asupan Kalsium
Ini adalah data asupan kalsium yang direkomendasikan oleh The National Academy
of Sciences untuk segala usia :
| Usia |
Jumlah (mg/hari) |
| Lahir – usia 6 bulan |
210 |
| 6 bulan – 1 tahun |
270 |
| 1 – 3 tahun |
500 |
| 4 – 8 tahun |
800 |
| 9 – 13 tahun |
1300 |
| 14 – 18 tahun |
1300 |
| 19 – 50 tahun |
1000 |
| 51 tahun ke atas |
1200 |
| Disarikan dari : http://www.NOF.org |
|
|
|
|
|
|
|