mediasehat mediasehat mediasehat mediasehat
a a a a a a a a a
home cantik selalu ibu dan balita dari alam info obat tips panduan makan serba-serbi sehat a
Artikel Utama
Kebiasaan Keluarga Sehat
dbc network
T i p s
Tips Membuat Ramuan Alami untuk Rambut
Push Up yuk...
Konsultasi
Klik disini untuk konsultasi
Tahukah Anda ?
Beberapa kelompok peneliti menemukan bahwa bubuk cokelat mengandung zat yang dapat mencegah kerusakan gigi.
(Wikipedia Indonesia)
mimbar jum'at
Direktori
Direktori Rumah Sakit
Direktori Dokter
Catatan
Panduan makan
Sehat natural
Persembahan kami
Berlangganan Newsletter
Tuliskan e-mail anda disini :
daftar dbc-network
Teliti Dahulu Sebelum Mencium!
30 November 2006
Ini peringatan kesehatan bagi Anda yang sedang jatuh cinta! Sebelum Anda memutuskan untuk berciuman dengan seseorang, alangkah bijaknya jika Anda tahu persis, resiko apa yang mungkin terjadi pada Anda. Kami bukannya mau menghancurkan romantika yang sedang Anda rasakan, lho, tapi ada baiknya Anda memastikan, ciuman Anda dengan si dia tak berbuah "efek samping" yang merugikan diri Anda.

Bukan hal yang mengherankan jika air liur menjadi "jembatan penularan" beberapa jenis penyakit. Secara alamiah, air liur yang hangat dan lembab itu sendiri menjadi rumah bagi jutaan mikroorganisme yang ada di mulut. Secara teori, bibit penyakit jenis apapun bisa berpindah dari tubuh yang satu ke tubuh yang lain melalui cairan tubuh ini. Bibit penyakit tersebut
bisa berupa bakteri Streptococcus penyebab nyeri tenggorokan, sampai virus-virus penyebab infeksi. Banyak sekali penyakit yang ditularkan melalui air liur, dan yang kami sajikan hanyalah penyakit-penyakit yang paling besar dan utama.


Herpes Simplex

Ciri-ciri Herpes simplex adalah adanya bintil-bintil kecil, bisa satu atau sekumpulan, yang berisi cairan, dan jika pecah bisa menyebabkan peradangan. Bintil-bintil ini biasanya muncul di daerah muco-cutaneous, atau daerah dimana kulit bertemu dengan lapisan membrane mukosa. Di wajah, daerah ini berlokasi di pertemuan bibir dengan kulit wajah. Para penderita herpes simplex biasanya merasakan adanya perasaan geli di daerah tersebut sebelum munculnya bintil-bintil tadi.

Penyakit ini bisa menular selama bintil-bintil tersebut berisi cairan karena di cairan itulah virus herpes berada. Jika Anda bagian tubuh Anda berkontak dengan daerah berbintil-bintil, maka virus herpes dapat menulari Anda pada daerah kontak tersebut. Infeksi virus biasanya muncul seminggu setelah terjadinya kontak. Tetapi jika kontak dilakukan pada saat bintil-bintil tersebut telah mengering atau bahkan sembuh, maka bisa dibilang resiko tertular pun hilang.

Jika Anda terinfeksi virus Herpes, virus tersebut bisa menyebar ke seluruh tubuh Anda, seperti di jari-jari (herpetic whitlow), di mata (herpetic ophthalmitis), di daerah kemaluan (genital herpes), bahkan bisa juga menyerang otak (herpetic encephalitis), walaupun yang terakhir ini bisa dibilang kejadiannya amat sangat jarang. Dan jika penderita melakukan kontak dengan orang sehat, misalnya melalui oral sex, maka orang sehat tersebut dapat terserang genital herpes.

Fase pertama genital herpes ditandai dengan demam seperti flu, nyeri otot dan sendi, pembengkakan kelenjar limfe, rasa letih dan tidak enak badan. Rasa geli pada daerah kontak juga bisa muncul sebelum timbulnya bintil-bintil. Jika bintil-bintil sudah timbul, daerah sekitar bintil tersebut akan terasa sangat lunak. Dan tergantung dimana bintil-bintil itu berada, si penderita bisa merasa kesulitan berjalan atau nyeri saat buang air kecil.

Pengobatan herpes umumnya sama, di manapun herpes tersebut timbul. Yang penting si penderita harus menjaga daerah tersebut tetap bersih dan kering. Anda dapat membersihkan daerah sekitar dengan saline (larutan garam) dan sesudahnya harus segera dikeringkan. Jika daerah terinfeksi terlalu lembab, dapat mengundang infeksi sekunder (infeksi lanjutan). Pengobatan dengan obat antivirus oral biasanya dibutuhkan hanya untuk kasus genital herpes spesifik, dan harus melalui resep dokter.


Impetigo

Impetigo adalah infeksi bacterial yang sangat menular, yang muncul di sekitar mulut dan juga hidung. Biasanya diderita oleh anak-anak, tapi orang dewasa juga bisa mengalaminya. Penyebabnya adalah bakteri Streptococcus atau Staphylococcus yang masuk melalui kulit yang luka, misalnya akibat luka teriris atau adanya eksim terbuka pada daerah tersebut.

Tanda-tandanya adalah kulit yang memerah di sekitar mulut, dengan bintil-bintil kecil berisi cairan di permukaannya. Jika bintil tersebut pecah, akan muncul cairan berwarna keemasan yang akan menyebar ke sekitarnya. Pada beberapa kasus, penderita impetigo bisa mengalami pembengkakan kelenjar limfe disertai dengan demam. Dan pada kasus yang lebih ekstrem (namun sangat jarang), bisa terjadi komplikasi misalnya septicaemia, atau keracunan darah.

Karena impetigo bisa menyebar dengan sangat cepat, maka langkah terbaik adalah segera berkonsultasi dengan dokter. Infeksinya sendiri bisa diatasi dengan antibiotic baik oral maupun topical (krim), dan pada penggunaan obat yang tepat, penyakit ini dapat sembuh dalam waktu seminggu. Cairan dari bintil-bintil yang pecah dapat diatasi dengan membasuhnya perlahan dengan sabun dan air, lalu dikeringkan. Yang terpenting adalah memperhatikan kebersihan. Penderita tidak boleh berbagi handuk atau lap wajah dengan orang lain, dan tidak boleh menyentuh daerah yang terinfeksi untuk mencegah penyebaran infeksi bakteri.


Infectious Mononucleosis (gondongan?)

Penyakit ini bisa dibilang benar-benar 'kissing disease' karena ditularkan melalui air liur. Awalnya banyak diderita oleh remaja, karena pada usia ini, system kekebalan tubuh bekerja paling giat. Walaupun banyak diderita oleh anak muda, namun sesungguhnya usia berapa pun memiliki resiko tertular penyakit ini.

Infectious mononucleosis, atau demam kelenjar (glandular fever) disebabkan oleh virus Epstein-Barr. Virus ini menyerang sel-sel darah putih, atau limfosit tubuh, yang merupakan faktor penting dalam system kekebalan tubuh. Masa inkubasi virus ini tidak tentu, namun diperkirakan antara empat sampai lima minggu.

Gejala-gejala yang dirasakan adalah demam, nyeri tenggorokan, hilangnya nafsu makan dan juga gejala-gejala lain yang mirip flu. Sering kali terdapat pembengkakan kelenjar limfe yang melebar, karenanya disebut demam kelenjar, meliputi leher, ketiak, dan tenggorokan. Pembengkakan tonsil juga dapat menyebabkan penderita sulit menelan makanan, dan pada beberapa kasus yang lebih langka, bahkan dapat menyebabkan kesulitan bernapas. Biasanya akan timbul juga kerusakan hati ringan yang dapat menyebabkan sakit kuning. Jika mata dan kulit si penderita berwarna kekuningan, artinya penyakit ini menular sampai ke hati. Diagnosa-diagnosa penyakit ini biasanya terlihat jelas dari gejala-gejala yang timbul dan kemudian diperjelas melalui tes darah.

Walau kedengarannya menyeramkan, biasanya hampir semua pasien dapat sembuh setelah empat sampai enam minggu tanpa pengobatan apapun. Penderita disarankan untuk istirahat total dan makan makanan yang bergizi, serta menghindari alkohol. System kekebalan tubuh alamiah si penderita-lah yang akan memusnahkan virus tersebut. Kira-kira dua sampai tiga bulan setelah masa penyembuhan, pasien biasanya merasa kekurangan energi, dengan gejala umum seperti kelelahan atau selalu ingin tidur sepanjang waktu.


Hepatitis B

Virus hepatitis B terutama menyerang hati. Tetapi virus ini juga menyebar melalui cairan tubuh seperti air liur dan sekresi cairan saat berhubungan seks, dan juga melalui darah. Karena itu, bisa dikatakan hepatitis B jauh lebih menular dibandingkan HIV. Masa inkubasi virus kira-kira dua sampai enam minggu sebelum timbulnya gejala-gejala, seperti hilangnya nafsu makan, mual dan demam, yang disertai dengan sakit kuning. Nyeri di persendian juga bisa muncul bersamaan dengan gejala-gejala tersebut.

Hepatitis didiagnosa melalu tes darah. Tes ini juga bisa menunjukkan apakah seseorang menderita hepatitis (infectious) atau telah berkembang ke fasa 'carrier'. Artinya walaupun virus tersebut masih berkembang dalam tubuhnya dan berpotensi menularkan pada orang lain, namun virus tersebut tidak menyerang tubuhnya sendiri.

Untuk pencegahan, vaksinasi adalah perlindungan yang terpenting. Dalam satu paket berisi tiga kali injeksi dapat memberikan perlindungan sampai 5 tahun. Pencegahan lainnya misalnya melalukan seks secara aman, tidak bertukar jarum suntik, dan tidak berbagi sikat gigi atau pisau pencukur yang sama dengan orang lain. Memang kebanyakan orang merasa baik-baik saja walaupun terinfeksi hepatitis B, tetapi lebih dari 10 % penderita dapat berkembang menjadi infeksi kronis yang bisa menyebabkan sirosis hati dan juga kanker hati.


Gonorrhea

Gonorrhea, atau GO, atau kita mengenalnya sebagai "raja singa", adalah salah satu penyakit menular seksual yang sangat umum dan paling sering ditularkan melalui hubungan seksual, termasuk oral seks. Masa inkubasinya sangat singkat, sekitar dua sampai 10 hari. Pada pria, gejala-gejala yang ditimbulkan meliputi nyeri saat buang air kecil. Lebih dari setengah wanita yang terinfeksi tidak menunjukkan gejala apapun, tapi kalau pun ada gejala, akan sama dengan yang dialami pria. Rasa terbakar ada saat buang air kecil.

Kegiatan oral seks dengan orang yang terinfeksi dapat menyebabkan gonococcal pharyngitis, yang dapat menyebabkan nyeri tenggorokan. Tenggorokan akan berwarna kemerahan dan meradang dengan tonsil yang bernanah. Dokter akan mengambil apusan pada tenggorokan untuk meyakinkan diagnosanya.

GO diobati dengan antibiotic golongan penisilin. Jika tidak diobati, GO dapat menyebar ke bagian-bagian tubuh yang lain. Pada pria, dapat menyebabkan pembengkakan prostat, dan pada wanita dapat merusak tuba falopi (saluran telur). Kedua kerusakan ini bisa menyebabkan ketidaksuburan.


HIV

Masih menjadi perdebatan apakah HIV dapat menular melalui ciuman atau tidak. Walaupun banyak yang berpikir hal tersebut mustahil, namun juga sulit untuk melihat suatu tindakan ciuman tidak akan berlanjut dengan "tindakan" lainnya, yaitu hubungan seksual. Selain itu, sudah ada yang bisa meng-isolasi virus tersebut di air liur, sehingga kemungkinan penularan melalui air liur bisa saja terjadi.

Masa inkubasi virus ini bervariasi, dan ada perbedaan yang besar antara HIV positif dengan penderita AIDS. Dengan berkembangnya ilmu kedokteran dan teknologi obat anti-retroviral, maka saat ini para penderita HIV positif dapat hidup 10 tahun bahkan lebih sebelum akhirnya berkembang menjadi AIDS.

Where Health Begins Magazine, January 2003
Artikel lain
Kebiasaan Keluarga Sehat
Tren Diet Baru : Clean Eating
Penyebab Keputihan dan Bagaimana Mengatasinya
Mood Sering Berubah, Waspadai Gangguan Bipolar
5 Mitos dan Fakta tentang Nasi
Tetap Lezat Tanpa MSG
Tetap Bugar Selama Puasa
Liburan Aktif, Yuk!
Cara Menurunkan Gula Darah
Perkembangan Kecerdasan Emosi Anak
MERAWAT KECANTIKAN ALAMI
Jangan Menyerah Pada Alam!
Jawaban Kuisoner : Jangan Menyerah pada Alam!
Penyakit Turunan Bukan Kutukan
Aduh, pilih yang mana ya ? (Bagian 2)
Aduh, pilih yang mana ya ?
Tetap Sehat, Cantik dan Langsing Selama Puasa
Be Vegan for a Better Life
Sssttt... Pria (ternyata) Bisa Kanker Payudara Lho!
Andropause, menopause ala pria
Mengenal kanker
Lelah ? Letih ? Capek ? Jangan anggap enteng !
a a a a a a a a a
home cantik selalu ibu dan balita dari alam info obat tips panduan makan serba-serbi sehat a
Copyright © mediasehat 2006